Selasa, 12 April 2011

kriptografi asimetris

Algoritma simetris, sering juga disebut dengan algoritma kunci rahasia atau sandi kunci rahasia. Algoritma asimetris (asymmetric algorithm) adalah suatu algoritma dimana kunci enkripsi yang digunakan tidak sama dengan kunci dekripsi. Pada algoritma ini menggunakan dua kunci yakni kunci publik (public key) dan kunci privat (private key). Kunci publik disebarkan secara umum sedangkan kunci privat disimpan secara rahasia oleh si pengguna

Sifat kunci yang seperti ini membuat pengirim harus selalu memastikan bahwa jalur yang digunakan dalam pendistribusian kunci adalah jalur yang aman atau memastikan bahwa seseorang yang ditunjuk membawa kunci untuk dipertukarkan adalah orang yang dapat dipercaya. Masalahnya akan menjadi rumit apabila komunikasi dilakukan secara bersama-sama oleh sebanyak n pengguna dan setiap dua pihak yang melakukan pertukaran kunci, maka akan terdapat sebanyak (n-1)/2 kunci rahasia yang harus dipertukarkan secara aman.

Contoh dari algoritma kriptografi simetris adalah Cipher Permutasi, Cipher Substitusi, Cipher Hill, OTP, RC6, Twofish, Magenta, FEAL, SAFER, LOKI, CAST, Rijndael (AES), Blowfish, GOST, A5, Kasumi, DES dan IDEA.
Kelebihan :
· Masalah keamanan pada distribusi kunci dapat lebih baik
· Masalah manajemen kunci yang lebih baik karena jumlah kunci yang lebih sedikit
Kelemahan :
· Kecepatan yang lebih rendah bila dibandingkan dengan algoritma simetris
· Untuk tingkat keamanan sama, kunci yang digunakan lebih panjang dibandingkan dengan algoritma simetris.
Contoh algoritma : RSA, DSA, ElGamal

kriptografi simetris

Kriptografi Simetris
Algoritma simetris (symmetric algorithm) adalah suatu algoritma dimana kunci enkripsi yang digunakan sama dengan kunci dekripsi sehingga algoritma ini disebut juga sebagai single-key algorithm.


Sebelum melakukan pengiriman pesan, pengirim dan penerima harus memilih suatu suatu kunci tertentu yang sama untuk dipakai bersama, dan kunci ini haruslah rahasia bagi pihak yang tidak berkepentingan sehingga algoritma ini disebut juga algoritma kunci rahasia (secret-key algorithm).
Kriptografi simetrik (symetric chipers) adalah kriptografi dimana dalam proses enkripsi dan dekripsi nya menggunakan satu key yang sama. Disebut juga private key atau chiper secret key.
Algoritma kriprografi simetris adalah algoritma yang menggunakan kunci enkripsi yang sama dengan kunci dekripsinya, sedangkan algoritma kriprografi asimetris mempunyai kunci enkripsi dan kunci dekripsi yang berbeda. Algoritma kriprografi simetris sering disebut algoritma kunci rahasia, algoritma kunci tunggal, atau algoritma satu kunci, dan mengharuskan pengirim dan penerima menyetujui suatu kunci tertentu. Kelebihan dari algoritma kriprografi simetris adalah waktu proses untuk enkripsi dan dekripsi relatif cepat. Hal ini disebabkan efesiensi yang terjadi pada pembangkit kunci. Karena prosesnya relative cepat maka algoritma ini tepat untuk digunakan pada sistem komunikasi digital secara real timeseperti GSM.
Kelebihan :
· Kecepatan operasi lebih tinggi bila dibandingkan dengan algoritma asimetrik.
· Karena kecepatannya yang cukup tinggi, maka dapat digunakan pada sistem real-time
Kelemahan :
· Untuk tiap pengiriman pesan dengan pengguna yang berbeda dibutuhkan kunci yang berbeda juga, sehingga akan terjadi kesulitan dalam manajemen kunci tersebut.
· Permasalahan dalam pengiriman kunci itu sendiri yang disebut “key distribution problem”
Contoh algoritma : TwoFish, Rijndael, Camellia

kriptografi enigma

Mesin Enigma adalah sebuah mesin penyadi yang digunakan untuk mengeknripsikan dan mendekripsikan pesan rahasia.

KOMPONEN MESIN ENIGMA
Mesin Enigma terdiri dari 5 komponen utama, yaitu :

# Rotor –> bagian terpenting dari enigma. Berdiameter sekitar 10cm berupa piringan yang terbuat dari karet yang keras dengan deretan kuningan yang berisi pin – pin yang menonjol yang berbentuk bundar. Sebuah rotor menunjukkan sebuah enkripsi yang sederhana, 1 huruf di enkripsi menjadi huruf lainnya. Hasil enkripsi akan menjadi lebih rumit jika menggunakan lebih dari 1 rotor.

# Penggerak Rotor –> untuk menghindari chiper yang sederhana, beberapa rotor harus diputar
berdasarkan penekanan sebuah kunci. Hal ini dilakukan untuk memastikan kriptogram yang dibuat merupakan sebuah transformasi perputaran rotor yang menghasilkan poloponik chiper. Alat yang paling banyak digunakan untuk penggerakan rotor tersebut adalah mekanisme roda bergigi dan penggeraknya. Penggerak roda memutar rotor sebanyak 1 karakter ketika sebuah huruf diketikkan pada papan kunci.

# Reflector –> digunakan untuk memstikan sebuah huruf tidak dikodekan pada dirinya sendiri dan untuk menjadikan mesin ini reversible (jika sebuah huruf dienkripsi, hasil enkripsi huruf tersebut adalah huruf semula). Reflector hanya terdiri dari 13 pasang huruf yang susunannya acak.

# Papan Steker –>digunakan untuk menukar 2 buah huruf dan untuk meningkatkan keamanan dari pesan rahasia mesin enigma. Sebelum masuk ke proses penyandian, huruf yang telah ditentukan pertukarannya akan di ubah dipapan ini.

# Kotak Enigma –> digunakan untuk menyimpan semua perlengkapan dari mesin ini. Biasanya kotak ini dapat menampung 10 buah rotor, papan steker, dan papan ketik.

CARA KERJA MESIN ENIGMA
Mesin enigma bekerja berdasarkan perputaran rotor – rotor yang ada. Ketika sebuah huruf diketikkan di papan panel, urutan kerjanya :
1. Majukan rotor kanan sebanyak 1 huruf. Huruf yang diketikkan masuk ke rotor paling kanan dan pada rotor ini dicari padanan pada rotor kedua. Setelah itu masuk ke rotor kedua.
2. Pada rotor kedua, huruf hasil padanan dari rotor pertama dicari padanannya untuk rotor ketiga.
3. Pada rotor ketiga, dicari padanan untuk reflector.
4. Setelah masuk ke reflector, dicari pasangan huruf tersebut pada reflector, dan hasil pada reflector dikembalikan kepada rotor ketiga, kedua, kesatu, dan hasilnya menghasilkan huruf enkripsi.

vegenera chiper dan hill chiper

A. Vigenere Cipher

Vigenere Cipher merupakan salah satu cipher yang terkenal. Vigenere Cipher termasuk cipher substitusi abjad-majemuk. Vigenere Cipher dipublikasikan pada tahun 1856 dan dapat dipecahkan oleh Babbage dan Kasiski pada pertengahan abad 19.

Proses enkripsi dan dekripsi pada Vigenere Cipher menggunakan bujursangkar Vigenere. Kolom paling kiri menyatakan huruf-huruf kunci, baris paling atas menyatakan huruf-huruf plainteks.

Proses Enkripsi dan Dekripsi Vigenere Cipher
1. Enkripsi
Pembentukan Tabel:
- Susun alphabet A..Z pada baris 1
- Baris 2 terjadi 1 kali pergeseran (shifting).
- Baris 3 terjadi 2 kali pergeseran.
- Demikian hingga baris terakhir terjadi 25 kali pergeseran.
- Buatlah alphabet di atas dan di kanan sebagai penunjuk

Key Generation
- Panjang kunci <= panjang pesan.
- Jika panjang kunci < Message length, kunci baru dibentuk dengan menulis alphabet kunci secara berulang hingga panjang kunci = panjang message.
2. Dekripsi
- Tempatkan alphabet kunci pada sisi kiri tabel berdasarkan baris.
- Telusuri sepanjang baris tersebut hingga ditemukan alphabet ciphertext.
- Index kolom lokasi alphabet ciphertext berada merupakan alphabet plaintext
Contoh:
1. Enkripsi
Misalnya:
Key : BLOG
Pesan : RASAMAUTAU
Keyword

B

L

O

G

B

L

O

G

B

L
Plaintext

R

A

S

A

M

A

U

T

A

U
Bisa kita lihat key di atas diulang-ulang sehingga memiliki panjang yang sama dengan pesan.
- Berdasarkan kolom, temukan alphabet plaintext pada sisi atas tabel.
- Berdasarkan baris, temukan alphabet kunci pada sisi kiri tabel.
- Ciphertext dihasilkan dengan mengintersek baris dan kolom tersebut
- Hal yang sama dilakukan untuk alphabet plaintext dan kunci berikutnya
- Dan cara yang sama untuk huruf berikutnya
- Maka diperoleh ciphertex
RASAMAUTAU = SLGGNLIZBF
2. Dekripsi
Untuk mendekripsi ciphertex tersebut tinggal kita masukkan kembali kedalam table alphabet tersebut

sibtutitusi chiper

A. Cipher Substitusi

Prinsip utama cipher substitusi adalah menukarkan setiap huruf pada plainteks dengan sesuatu. Cipher substitusi termasuk algoritma kriptografi klasik. Idenya adalah menggantikan sebuah atau lebih huruf pada plainteks dengan sebuah atau lebih huruf pada plainteks dengan aturan tertentu. Aturan tersebut bergantung cara proses enkripsi dan dekripsi. Cipher subtitusi memiliki beberapa varian atau jenis.

Jenis-jenis Cipher substitusi adalah:
1. Cipher substitusi abjad-tunggal (monoalphabetic substitution cipher). Jenis cipher substitusi ini sering juga disebut cipher substitusi sederhana. Ide cipher substitusi abjad-tunggal adalah menggantikan satu karakter pada plainteks menjadi satu karakter pada cipherteks dengan aturan tertentu. Fungsi ciphering-nya merupakan fungsi satu ke satu.
2. Cipher substitusi homofonik (homophonic substitution cipher)
Ide cipher substitusi homofonik adalah menggantikan satu karakter pada plainteks menjadi satu atau lebih karakter pada cipherteks. Fungsi ciphering-nya merupakan fungsi satu ke banyak.
3. Cipher substitusi abjad-majemuk (polyalphabetic substitution cipher). Jenis cipher substitusi ini dapat disebut sebagai cipher substitusi ganda. Cipher substitusi abjad-majemuk merupakan cipher substitusi abjad-tunggal yang menggunakan kunci berbeda-beda. Karena itu, cipher substitusi abjad-majemuk memiliki periode m, m merupakan panjang kunci.
4. Cipher substitusi poligram (polygram substitution cipher).
Ide cipher substitusi poligram adalah menggantikan sebuah blok karakter dengan sebuah blok cipherteks. Blok terdiri dari satu atau lebih karakter. Misalnya AAA diganti menjadi BCD tau PAP, dan lain-lain.

Contoh :

Misal menggunakan kata kunci ”zebras” sehingga substitusi pada alfabetnya menjadi :
Plaintext alphabet: a b c d e f g h i j k l m n o p q r s t u v w x y z
Ciphertext alphabet: Z E B R A S C D F G H I J K L M N O P Q T U V W X Y

Sehingga pesan berikut :

flee at once. we are discovered!

Dienkripsi menjadi
SIAA ZQ LKBA. VA ZOA RFPBLUAOAR!



B. Shift Cipher

Sandi geser (shift cipher) merupakan generalisasi dari Sandi Caesar, yaitu tidak membatasi pergeseran sebanyak tiga huruf. Jadi ada sebanyak 26 kunci pergeseran yang bisa digunakan. Secara umum dapat dituliskan dengan persamaan berikut ini.

e_K(x) = (x+k) bmod 26

d_K(y) = (x-k) bmod 26 Untuk K dengan 0 leq K leq 25 dan x,y in mathbb{Z}_{26} .

Caesar cipher (Shift Cipher) adalah kasus khusus dari substitusi abjad tunggal dimana susunan huruf cipherteks diperoleh dengan menggeser huruf-huruf alfabet.

Tabel Substitusi Shift Cipher

Contoh :

Misalnya, kata ‘MAIZARTI’ bila dienkripsikan menggunakan Caesar Shift
menggunakan pergeseran huruf sebanyak 13 huruf :

A B C D E F G H I J K L M N O P Q R S T U V W X Y Z
N O P Q R S T U V W X Y Z A B C D E F G H I J K L M

M= Y
A = N
I= V
Z= M
A= N
R = E
T= G
I = V
fauzul azim akan menjadi YNVM NEGh

teknik pengamatan data

A. Enkripsi

enkripsi ialah proses mengamankan suatu informasi dengan membuat informasi tersebut tidak dapat dibaca tanpa bantuan pengetahuan khusus

B Dekripsi

dekripsi adalah proses pengembalian data yang disandikan sehingga mudah dibaca kembali.

Enkripsi digunakan untuk menyandikan data-data atau informasi sehingga tidak dapat dibaca oleh orang yang tidak berhak. Dengan enkripsi data anda disandikan (encrypted) dengan menggunakan sebuah kunci (key). Untuk membuka (decrypt) data tersebut digunakan juga sebuah kunci yang dapat sama dengan kunci untuk mengenkripsi (untuk kasus private key cryptography) atau dengan kunci yang berbeda (untuk kasus public key cryptography).

Penyadian Data atau Kriptografi

Kriptografi berasal dari bahasa Yunani, crypto dan graphia. Crypto berarti secret (rahasia) dan graphia berarti writing (tulisan). Menurut terminologinya, kriptografi adalah ilmu dan seni untuk menjaga keamanan pesan ketika pesan dikirim dari suatu tempat ke tempat yang lain.

Di dalam kriptografi kita akan sering menemukan berbagai istilah atau terminology.

1. Pesan, plaintext, dan cipherteks

Pesan (message) adalah data atau informasi yang dapat dibaca dan dimengerti maknanya. Nama lain untuk pesan adalah (plaintext) atau teks jelas (cleartext). Bentuk pesan yang tersandi disebut cipherteks (ciphertext) atau kriptogram (cryptogram).

2. Pengirim dan penerima

Pengirim (sender) adalah entitas yang mengirim pesan kepada entitas lainnya. Penerima (receiver) adalah entitas yang menerima pesan.

3. Enkripsi dan dekripsi

Proses menyandikan plainteks menjadi cipherteks disebut enkripsi (encryption) atau enciphering. Sedangkan proses mengembalikan cipherteks menjadi plainteks disebut dekripsi (decryption) atau deciphering.

4. Cipher dan kunci

Algoritma kriptogarfi disebut juga cipher, yaitu aturan untuk enkripsi dan dekripsi, atau fungsi matematika yang digunakan untuk enkripsi dan dekripsi.



** Penyadian Naskah memakai algoritma ROT 13 dimana penyadian dengan mengganti huruf yang letaknya 13 posisi dari nya. Sebagai contoh, huruf “A” digantikan dengan huruf “N”, huruf “B” digantikan dengan huruf “O”, dan seterusnya.

Contoh : ASSEP = NFFRC

Analisis Perancangan Jaringan Komputer 3

Network Device
1. Switch
Switch jaringan (atau switch untuk singkatnya) adalah sebuah alat jaringan yang melakukan bridging transparan (penghubung segementasi banyak jaringan dengan forwarding berdasarkan alamat MAC).
Switch jaringan dapat digunakan sebagai penghubung komputer atau router pada satu area yang terbatas, switch juga bekerja pada lapisan data link, cara kerja switch hampir sama seperti bridge, tetapi switch memiliki sejumlah port sehingga sering dinamakan multi-port bridge.

Cara Kerja Switch
Switch dapat dikatakan sebagai multi-port bridge karena mempunyai collision domain dan broadcast domain tersendiri, dapat mengatur lalu lintas paket yang melalui switch jaringan. Cara menghubungkan komputer ke switch sangat mirip dengan cara menghubungkan komputer atau router ke hub. Switch dapat digunakan langsung untuk menggantikan hub yang sudah terpasang pada jaringan.
Type Switch
Ada beberapa jenis Switch yang beredar di pasaran, yang bekerja di Layer 2 dan Layer 3 pada lapisan OSI.
· ATM Switch
· ISDN Switch
ISDN (Integrated Services Digital Network) Switch atau yang dikenal sebagai istilah Frame relay switch over ISDN yang biasanya terdapat pada Service Provider bekerja seperti halnya switch, tapi memiliki perbedaan yaitu interface yang di gunakan berupa ISDN card atau ISDN router.
· DSLAM Switch
· Ethernet Switch
Port uplink
Port uplink adalah sebuah port dalam sebuah hub atau [[switch jaringan]|switch]] yang dapat digunakan untuk menghubungkan hub/switch tersebut dengan hub lainnya di dalam sebuah jaringan berbasis teknologi Ethernet. Dengan menggunakan uplink port, hub-hub pun dapat disusun secara bertumpuk untuk membentuk jaringan yang lebih besar dengan menggunakan kabel Unshielded Twisted Pair yang murah. Jika memang hub yang digunakan tidak memiliki port uplink, maka kita dapat menggunakan kabel UTP yang disusun secara crossover.1

2. Router

Router adalah sebuah alat jaringan komputer yang mengirimkan paket data melalui sebuah jaringan atau Internet menuju tujuannya, melalui sebuah proses yang dikenal sebagai routing. Proses routing terjadi pada lapisan 3 (Lapisan jaringan seperti Internet Protocol) dari stack protokol tujuh-lapis OSI.

Fungsi
Router berfungsi sebagai penghubung antar dua atau lebih jaringan untuk meneruskan data dari satu jaringan ke jaringan lainnya. Router berbeda dengan switch. Switch merupakan penghubung beberapa alat untuk membentuk suatu Local Area Network (LAN).
Analogi Router dan Switch
Sebagai ilustrasi perbedaan fungsi dari router dan switch merupakan suatu jalanan, dan router merupakan penghubung antar jalan. Masing-masing rumah berada pada jalan yang memiliki alamat dalam suatu urutan tertentu. Dengan cara yang sama, switch menghubungkan berbagai macam alat, dimana masing-masing alat memiliki alamat IP sendiri pada sebuah LAN.
Router sangat banyak digunakan dalam jaringan berbasis teknologi protokol TCP/IP, dan router jenis itu disebut juga dengan IP Router. Selain IP Router, ada lagi AppleTalk Router, dan masih ada beberapa jenis router lainnya. Internet merupakan contoh utama dari sebuah jaringan yang memiliki banyak router IP. Router dapat digunakan untuk menghubungkan banyak jaringan kecil ke sebuah jaringan yang lebih besar, yang disebut dengan internetwork, atau untuk membagi sebuah jaringan besar ke dalam beberapa subnetwork untuk meningkatkan kinerja dan juga mempermudah manajemennya. Router juga kadang digunakan untuk mengoneksikan dua buah jaringan yang menggunakan media yang berbeda (seperti halnya router wireless yang pada umumnya selain ia dapat menghubungkan komputer dengan menggunakan radio, ia juga mendukung penghubungan komputer dengan kabel UTP), atau berbeda arsitektur jaringan, seperti halnya dari Ethernet ke Token Ring.
Router juga dapat digunakan untuk menghubungkan LAN ke sebuah layanan telekomunikasi seperti halnya telekomunikasi leased line atau Digital Subscriber Line (DSL). Router yang digunakan untuk menghubungkan LAN ke sebuah koneksi leased line seperti T1, atau T3, sering disebut sebagai access server. Sementara itu, router yang digunakan untuk menghubungkan jaringan lokal ke sebuah koneksi DSL disebut juga dengan DSL router. Router-router jenis tersebut umumnya memiliki fungsi firewall untuk melakukan penapisan paket berdasarkan alamat sumber dan alamat tujuan paket tersebut, meski beberapa router tidak memilikinya. Router yang memiliki fitur penapisan paket disebut juga dengan packet-filtering router. Router umumnya memblokir lalu lintas data yang dipancarkan secara broadcast sehingga dapat mencegah adanya broadcast storm yang mampu memperlambat kinerja jaringan.

Jenis-jenis router
Secara umum, router dibagi menjadi dua buah jenis, yakni:
· static router (router statis): adalah sebuah router yang memiliki tabel routing statis yang di setting secara manual oleh para administrator jaringan.
· dynamic router (router dinamis): adalah sebuah router yang memiliki dab membuat tabel routing dinamis, dengan mendengarkan lalu lintas jaringan dan juga dengan saling berhubungan dengan router lainnya.